Minggu, 22 Februari 2009

bahayanya lagu BCL (Bunga Citra Lestari)....

suatu hari saya mendengar sebuah lagu yang menyala dari winamp di laptop teman saya, saya terkejut sekaligus terhenyak mendengar lirik-lirik yang dinyanyikannya. Betapa tidak isi lirik ini snagat menyesatkan dan sangat berbahaya bagi generasi muda. Kemudian saya coba search di internet untuk mencari lirik lengkapnya seperti apa:

Lirik Lagu Pernah Muda - Bunga Citra Lestari (BCL)
Bilang papamuKu takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal
Bilang mamamuKu cinta padamu dan aku tak pernah main main

Reff :Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku
Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku
Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Saatnya kau dan aku sekarang

Lirik Lagu Pernah Muda - Bunga Citra Lestari (BCL)

seketika saja saya minta teman saya untuk menyetop lagu tersebut & jangan memperdengarkannya lagi, yah, tetap saja karena alasan nadanya enak-eun, selalu diperdengarkan

Perang pemikiran (bahasa gaulnya ghozwul Fkri) semakin hari semakin gencar terlihat dengan jelas bahkan terang-terangan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Muslim. Contohnya melalui musik, banyak sekali musik-musik yang sangat digemari oleh mayoritas generasi muda di Indonesia (khusunya) yang sebenarnya racun & sangat berbahaya. Racun ini berupa lirik-lirik yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam, tidak bermoral, tidak beretika, tidak berbudaya . Bayangkan, bagaimana akibat yang akan dialami oleh generasi muda, seandainya pikiran mereka dikotori oleh lirik-lirik tersebut. Secara tidak sadar, racun-racun lewat musik yang tertuang dalam lirik akan meng-edukasi si pendengar agar memiliki paradigma tersebut. Sangat disayangkan sedikit bahkan tidak ada yang peduli untuk mengkritisi hal ini.

Generasi muda adalah aset bagi kepemimpinan di masa depan, apa jadinya jika generasi muda saat ini sudah terlena & terlalaikan oleh pengaruh perang pemikiran yang disebarkan lewat media-media informasi salah satunya musik. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan musik, tapi yang menjadi salah ialah ketika musik sudah menjadi alat yang dapat melalaikan bahkan menjadi alat untuk meracuni pemikiran khusunya pemikiran generasi muda. Lebih baik jika seandainya musik-musik ini mengandung nilai-nilai positif yang dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk berkarya & berkreasi.

Coba perhatikan lirik BCL di atas, saya merinding & ngeri jika seandainya remaja Indonesia sekarang memiliki paradigma seperti halnya lirik tersebut. Jika ditafsirkan secara polos, lirik tersebut mengajak remaja untuk tidak ragu lagi berpacaran ,berpergian berdua-duaan diluar hubungan sah, yang lebih parah melawan orangtua, pada lirik "Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku". Hati orang tua manakah yang rela anaknya tidak mematuhi perintah dan lebih mematuhi perintah orang lain krena alasan cinta semu. Padahal orangtualah yang nyata-nyata telah membesarkan putera-puterinya dengan perjuangan sepenuh cinta. Sedangkan si laki-laki (yang diceritakan dalam lirik tersebut) apa yang telah dia berikan?? mungkin baru skedar lihat si perempuan, kemudian timbul rasa suka semata dan dengan Percaya Dirinya-nya berkata: Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku, Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku.

Pada lirik "Bilang papamuKu takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal
Bilang mamamuKu cinta padamu dan aku tak pernah main main" sungguh sangat menyesatkan.

Jika memang si laki-laki gentle, cinta setulusnya, tidak main-main, maka dia akan memberikan jaminan (garansi) dalam kerangka tanggung jawab & kesungguhan, berupa ikatan sah pernikahan. Itu lebih jantan bagi seorang lelaki, jika memang benar ia tidak main-main.

Jaminan apa yang akan diberikan si laki-laki seandainya dia tidak akan menjadikan si perempuan tidak akan berubah jadi anak nakal & cinta setulusnya tanpa main-main. Yang ada hanya jaminan nafsu semata untuk menikmati si perempuan tersebut.

Tapi apakah kalangan remaja akan mencerna lirik tersebut dengan kritis, yang jadi bahaya jika lirik tersebut dicerna dengan polos apa adanya (mayoritas mungkin realitanya seperti itu) Orangtua perlu sadar pembodohan & penghancuran moral lewat lirik tersebut.

Melalui tulisan ini saya bukan berarti tidak menyukai musik, saya menyukai musik selama musik itu memiliki value & benefit, bukan musik yang justru bersifat destruktif seperti halnya lagu BCL di atas.