Kamis, 02 Oktober 2008

Jual diri anda!! -by aldhira

Tulisan ini berupa pendapat pribadi yang masih perlu dipertajam lagi


Marketing tidak hanya terbatas pada menjual produk baik berupa barang atau jasa, tapi ada marketing yang lebih penting dalam hidup ini, yaitu marketing-kan diri anda,dalam kata lain pasarkan diri anda,buat diri anda memiliki nilai jual yang tinggi...


Tunggu dulu....apa maksudnya dengan 'memasarkan' diri ??


memasarkan diri maksud saya bukanlah dalam arti lugas tapi memiliki arti harfiah bagaimana seseorang dapat memperluas info mengenai profil & kompetensi dirinya pada masyarakat.

Pemasaran diri ini menjadi penting khususnya dalam mnghadapi era globalisasi masa depan yang gaungnya telah dimulai saat ini. Konsep pemasaran diri inilah yang akan menghapus paradigma bahwa seseorang sukses karena gelar kesarjanaannya,sukses karena lulusan UI,ITB,UNPAD dsb, sukses karena pengaruh orang tua....di era globalisasi semua itu tidak cukup

Bahkan sekedar memiliki kemampuan saja masih belum cukup....seseorang perlu untuk memasarkan kemampuannya di tengah publik.


Suatu produk yang memiliki benefit yang tinggi dan sebenarnya sangat diperlukan oleh masyarakat belum tentu dapat laku dipasaran seandainya tidak dilakukan tahapan marketing diantaranya berupa promosi.

Ada sebuah kisah nyata tentang seorang pegawai perusahaan manufaktur (produsen rice cooker), yang bertugas untuk memilah produk-produk yang layak dipasarkan dengan yang tidak layak dipasarkan, kriteria produk yang layak dipasarkan oleh perusahaan ini sangatlah ketat, sehingga kekurangan atau kecacatan kecil pun dapat menyebabkan produk rice cooker tersebut tidak layak dipasarkan.


Bagaimana dengan produk yang tidak sesuai standar?? maka pilihannya adalah dibuang atau dihancurkan. Merasa mubazir dengan rice cooker yang harus dibuang, apalagi sebagian rice cooker ini layak guna hanya dari segi desain body saja yang tidak memenuhi standard.Pegawai ini memiliki ide untuk memasarkan rice cooker buangan ini pada masyarakat, tentunya dengan merek generik (alias tanpa merek), Pegawai ini hanya menjual produk rice cooker yang layak guna saja walaupun dari segi desain kurang mememnuhi standar, adapun produk yang benar-benar tidak dapat digunakan, pegawai ini lantas menghancurkannya saja.

Setelah terkumpul Rice Cooker yang benar-benar layak guna, ia memasarkan langsung produk-produk rice cooker generik ini langsung ke komlek-komplek perumahan, dalam promosinya ia menjelaskan bahwa rice coocker ini memang merupakan barang pabrik yang tidak memenuhi standar layak jual, namun dengan bahasa yang simpatik ia menjlekaskan bahwa sebenarnya produk rice cooker ini masih dapat digunakan.

Akhir cerita karena gaya promosi yang simpatik, produk rice cooker ini terjual habis, terlepas dari etis atau tidak teis menjual barang tidak layak, tapi dari cerita ini dapat diambil hikmah bahwa barang yang tidak sesuai standar saja (alia tidak bagus) apabila dipasarkan dengan cara yang bagus tetap dapat dibeli.


Sama halnya dengan manusia, seringkali ada orang yang sebenaranya kompetensinya biasa-biasa saja namun bisa menarik perhatian publik karena ia mampu memasarkan dirinya pada masyarakat. Namun ada orang yang sebenarnya memiliki kompetensi & kapabilitas yang baik tapi seringkali dianggap biasa-biasa saja bahkan diacuhkan karena ia tidak memasarkan dirinya.


SAATNYA DIRI ANDA MENJADI BAGIAN DARI OBJEK MARKETING


Saya memberikan beberapa contoh orang-orang yang mereka telah me-market-kan dirinya,

Pernah mendengar Pakar Telematika KRMT Roy Suryo?? Apa sih yang menjadi kelebihan beliau sebenarnya, ternyata tidak semua orang tahu dimanakah Roy Suryo pernah kuliah, prestasi apa yang telah diukirnya selama kuliah. Mungkin masih banyak pakar Telematika yang lebih handal dari Roy Suryo, tapi seringkali wartawan lebih percaya dengan analisis yang disampaikan oleh Mas Roy khususnya berkaitan dengan masalah-masalah teknologi informasi. Sebenarnya sederhana saja apa yang dilakukan oleh Roy Suryo yang membuat dirinya lebih dikenal daripada pakar telematika laiinya adalah ia "memasarkan" dirinya dengan menulis analisisnya tentang suatu masalah berkaitan dengan teknologi informasi dan ia publikasikan hasil tulisannya ke media-media baik media elektronik ataupun media cetak, seringkali Mas Roy ini juga mengadakan jumpa pers untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Dari sinilah insan pers mencap Roy Suryo sebagai Pakar Telematika. (Kata Kunci: publikasikan komptensi anda)

Ataupun seorang Habiburahman El-Shirazy?? karya fenomenal Ayat-ayat cintanya tidak mungkin dikenal publik seandainya ia tidak mempublikasikan hasil karyanya pada publik, publikasi ayat-ayat cinta pada awalnya ia lakukan melalui koran Republika.


Tokoh-tokoh besar di dunia pun adalah orang-orang yang memasarkan kompetensi dirinya pada masyarakat,

(bersambunG)-aldhira

Selasa, 19 Februari 2008

Assalamualaikum...
hmmm...kayaknya udah lama yach aldhira ngga pernah nge-post di blogspot ini...bikinnya udah lama tapi males buat nulisnya...dan ane sendiri ngga tahu apa ada orang-orang yang udah ngeliat blog ini, soalnya belum ada comment yang ditinggalkan...Satu buah inspirasi yang Aldhira dapatkan hari ini...Jangan pernah males buat nulis, catatlah setiap kejadian yang berkesan yang kamu dapatkan...dengan menulislah namamu akan tetap hidup.....

satu lagi alhmadulillah ane bisa mneghitung IP total setelah nilai APLIKOM muncul...
semester ini saya gagal mencapai target 4 yah kurang koma dikitlah....
nilai paling kecil B+ , itu juga cuma satu mata kuliah untuk mata pelajaran yang paling saya unggulkan : Pengantar Bisnis
mudah-mudahan semester berikutnya bisa lebih baik

Minggu, 13 Januari 2008

hari ini saya ada UAS PIE mikro, saya sudah mempersiapkanny jauh-jauh hari, yah popony yakin bisa...di tengah ujian, waduh...saya ngga tahan pingin ke wc, tp sy coba tahan sekuat mungkin...akibatnya saya nggak fokus buat ngerjain soal essay... soal-soal itungan...puncaknya saya coba beranikan minta izin ke pengawas buat ke belakang, eh..dia diem aja ngga ngasih respon...yach karena udah ngga kuat saya lgsg aja ke belakang...sambil lari...dan ternyata saya dipanggil langsung oleh pengawas, waduh...maluu banget Yaa Allah, saya udah ngga fokus ke soal..tapi mau gimana lagi...saya akhirnya hanya mbeiarkan jawaban seadanya..(essai) karena untuk mengerjakan soal eksak saya harus konsentrasi dan fokus, karena udah klimaks bangets aya langsung kasihkan ke pengawas dan segera berlari meninggalkan ruangan....yah...UAS hari ii ada kendala teknis yang harusnya saya persiapkan terlebih dahulu....