Andai saja bisa dirilis fim baru "The Untouchables 2" dengan figur utama bukan lagi alcapone bos dari segala bos mafia (udah basi), tapi ada yang lebih hebat yaitu anggoro-do raja dari segala raja mafia
loh, kenapa lebih hebat??
secerdik-cerdiknya alcapone mengelabui polisi & jaksa akhirnya terungkap juga kejahatannya & dengan terpaksa harus takluk & menyerah pada polisi. Artinya alcapone berhasil ditaklukan oleh polisi dan meninggal setelah meringkuk 11 tahun lamanya di hotel prodeo. Bahkan polisi & jaksa Amerika Serikat saat itu tidak mempan ditaklukan & dihinakan wibawanya oleh seorang alcapone. Diketahui berulangkali alcapoe berusaha menyuap namun tidak berhasil.
sedangkan sosok anggoro-do, yang dengan terang & jelas diketahui publik telah diindikasikan kuat melakukan tindakan penyuapan untuk pembebasan kasus yang menimpanya justru berhasil mampu menaklukan polisi & jaksa hingga menjatuhkan & menghinakan wibawa kedua lembaga tersebut. Artinya sosok anggoro-do lebih hebat dari alcapone.
Permainannya pun bukan sekedar intrik-intrik dunia bisnis. Mirip dengan alcapone yang kadang berbicara dengan bahasa peluru, Anggoro-do pun dengan anak buah di kesatuan mafianya mencoba berbicara dengan bahasa kematian. Salah satu perkataan monumental seorang alcpone yang ingin menghabisi malone (seorang penyidik spesialis penyelundupan&money laundring) diucap ulang pula oleh anggoro-do yang ingin menghabisi penyidik korupsi Chandra Hamzah dengan modus penahanan.
Pada the untouchables figur utama meliputi Alcapone serta dua orang penyidik dari FBI spesialis penyelundupan & money laundring Eliot Ness & Mallone. Pada The Untouchables 2 figur utamanya meliputi anggoro-do serta penyidik dari KPK spesialis korupsi yaitu bibit riyanto & chandra.
Pada the Untouchables begitu sulitnya sosok alcapone dalam memperdaya polisi & jaksa dengan sogokan, walaupun acapkali berhasil lolos tak tersentuh karena kemampuannya berkelit namun penyelidik polisi berusaha keras tanpa menyerah untuk menaklukan capone.
Pada the Untouchbles 2, sosok anggoro-do begitu mudah untuk memperdaya polisi & jaksa sehingga dengan sangat mudah lolo s dari kejaran hukum.
Belum ada kepastian kapan film ini akan dirilis, yang jelas trailernya dapat segera disaksikan ekslusif di TV One & Metro TV.
Selasa, 10 November 2009
Selasa, 14 Juli 2009
Memendam atau membuang kekecewaan?
ya setelah sekian lamanya saya tidak mengunjungi blog prbadi ini, blog ni memang dikhususkan lebih ke obrolan informal aja, beda dengan blog wordpress yang lebih 'akademis'
setelah mngikuti rangkaian test seleksi asistensi laboratorium komputer manajemen yang cukup panjang akhirnya saya berhasil tidak lolos, sebuah sms singkat dari salah seorang TA yang jadi panitia seleksi menyatakan bahwa saya tidak lolos untuk seleksi TA saat ini setelah melalui tahap seleksi yang terbilang agak sedikit berat
kecewa? ya sebagai manusia saya pasti merasakan itu, belum lagi dari tekad kuat & totalitas untuk mempersiapkan ini semua, tapi apa daya, mungkin memang syaa tidak kompeten untuk mengajar
ya saat ini saya berusaha memendam kekecewaan, saya curhat ke oangtua, awalnya orang tua jg kecewa karena saya tidak berhasil padaha sebelumnya telah lolos di 5 tahap, tapi akhirnya orang tua tidak mempermasalahkan hal ini
entah hingga malam ini saya tetap tak bisa menghapus rasa kecewa, mungkin karena ekspektasi yang berlebihan setlah saya mendapat skor tertinggi pada tahapan test awal atau apa...entahlah
atau mungkin karena totalitas & berbagai pengorbanan yang saya lakukan demi seleksi ini
mulai dari mengejar dosen ke kantornya untuk mendapat tandatangan sebagai syarat
mencari tanda tangan teman2 untuk syarat
mengumpulkan keengkapan administrasi
begadang untuk menyiapkan materi presentasi software
pinjam laptop teman, dan karena pinjam laptop teman ini saya sempat ditegur orang tua, sampai akhirnya saya dibelikan sebuah laptop baru dengan harapan dapat mempermudah pekerjaan saya jika sya jadi Tim Asisten, walaupun akhirnya gagal, dan saya sungguh sangat malu pada ortu karena biaya untuk membeli laptop itu sangatlah mahal, saya bertekad untuk mengganti uang pembelian laptop hasil kerja keras ayah saya tersebut
hingga naik ojek dari rumah ke kampus supaya dapat tiba ontime saat tes presentasi
atau ketika harus membolos kuliah karena ada seleksi outdoor...
ya mungkin in bukan pilihan terbaik, saya berusaha menggali hikmahnya dan berpikir positif, tapi manusiawi sebagai sosok koleris rasa kecewa itu sulit diabaikan, mungkin karena belum ada teman yang memberi spirit atau apa....saya ingin tahu apa sebenarnya kekurangan saya agar saya bisa introspeksi diri....
mungkin ini adalah klimaks kegagalan yang harus segera dikubur, karena sya akui ini adalh rentetan kegagalan atas target-target yang saya rencankan, mulai dari kegagalan saya ikut di temilnas ISEG yang berbuntut kekecewaan saya pada pengurus tapi tidak membuat saya harus meninggakan ISEG, IPK yang sudah dibwah standar 3,7, niai UAS yang dapat D, dsb
saya tidak mungkin mencari kambing hitam, saya hanya bisa introspeksi diri & evaluasi diri , saya hanya ingin memberikan sesuatu bagi dunia...
setelah mngikuti rangkaian test seleksi asistensi laboratorium komputer manajemen yang cukup panjang akhirnya saya berhasil tidak lolos, sebuah sms singkat dari salah seorang TA yang jadi panitia seleksi menyatakan bahwa saya tidak lolos untuk seleksi TA saat ini setelah melalui tahap seleksi yang terbilang agak sedikit berat
kecewa? ya sebagai manusia saya pasti merasakan itu, belum lagi dari tekad kuat & totalitas untuk mempersiapkan ini semua, tapi apa daya, mungkin memang syaa tidak kompeten untuk mengajar
ya saat ini saya berusaha memendam kekecewaan, saya curhat ke oangtua, awalnya orang tua jg kecewa karena saya tidak berhasil padaha sebelumnya telah lolos di 5 tahap, tapi akhirnya orang tua tidak mempermasalahkan hal ini
entah hingga malam ini saya tetap tak bisa menghapus rasa kecewa, mungkin karena ekspektasi yang berlebihan setlah saya mendapat skor tertinggi pada tahapan test awal atau apa...entahlah
atau mungkin karena totalitas & berbagai pengorbanan yang saya lakukan demi seleksi ini
mulai dari mengejar dosen ke kantornya untuk mendapat tandatangan sebagai syarat
mencari tanda tangan teman2 untuk syarat
mengumpulkan keengkapan administrasi
begadang untuk menyiapkan materi presentasi software
pinjam laptop teman, dan karena pinjam laptop teman ini saya sempat ditegur orang tua, sampai akhirnya saya dibelikan sebuah laptop baru dengan harapan dapat mempermudah pekerjaan saya jika sya jadi Tim Asisten, walaupun akhirnya gagal, dan saya sungguh sangat malu pada ortu karena biaya untuk membeli laptop itu sangatlah mahal, saya bertekad untuk mengganti uang pembelian laptop hasil kerja keras ayah saya tersebut
hingga naik ojek dari rumah ke kampus supaya dapat tiba ontime saat tes presentasi
atau ketika harus membolos kuliah karena ada seleksi outdoor...
ya mungkin in bukan pilihan terbaik, saya berusaha menggali hikmahnya dan berpikir positif, tapi manusiawi sebagai sosok koleris rasa kecewa itu sulit diabaikan, mungkin karena belum ada teman yang memberi spirit atau apa....saya ingin tahu apa sebenarnya kekurangan saya agar saya bisa introspeksi diri....
mungkin ini adalah klimaks kegagalan yang harus segera dikubur, karena sya akui ini adalh rentetan kegagalan atas target-target yang saya rencankan, mulai dari kegagalan saya ikut di temilnas ISEG yang berbuntut kekecewaan saya pada pengurus tapi tidak membuat saya harus meninggakan ISEG, IPK yang sudah dibwah standar 3,7, niai UAS yang dapat D, dsb
saya tidak mungkin mencari kambing hitam, saya hanya bisa introspeksi diri & evaluasi diri , saya hanya ingin memberikan sesuatu bagi dunia...
Minggu, 22 Februari 2009
bahayanya lagu BCL (Bunga Citra Lestari)....
suatu hari saya mendengar sebuah lagu yang menyala dari winamp di laptop teman saya, saya terkejut sekaligus terhenyak mendengar lirik-lirik yang dinyanyikannya. Betapa tidak isi lirik ini snagat menyesatkan dan sangat berbahaya bagi generasi muda. Kemudian saya coba search di internet untuk mencari lirik lengkapnya seperti apa:
Lirik Lagu Pernah Muda - Bunga Citra Lestari (BCL)
Bilang papamuKu takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal
Bilang mamamuKu cinta padamu dan aku tak pernah main main
Reff :Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku
Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku
Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Saatnya kau dan aku sekarang
Lirik Lagu Pernah Muda - Bunga Citra Lestari (BCL)
seketika saja saya minta teman saya untuk menyetop lagu tersebut & jangan memperdengarkannya lagi, yah, tetap saja karena alasan nadanya enak-eun, selalu diperdengarkan
Perang pemikiran (bahasa gaulnya ghozwul Fkri) semakin hari semakin gencar terlihat dengan jelas bahkan terang-terangan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Muslim. Contohnya melalui musik, banyak sekali musik-musik yang sangat digemari oleh mayoritas generasi muda di Indonesia (khusunya) yang sebenarnya racun & sangat berbahaya. Racun ini berupa lirik-lirik yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam, tidak bermoral, tidak beretika, tidak berbudaya . Bayangkan, bagaimana akibat yang akan dialami oleh generasi muda, seandainya pikiran mereka dikotori oleh lirik-lirik tersebut. Secara tidak sadar, racun-racun lewat musik yang tertuang dalam lirik akan meng-edukasi si pendengar agar memiliki paradigma tersebut. Sangat disayangkan sedikit bahkan tidak ada yang peduli untuk mengkritisi hal ini.
Generasi muda adalah aset bagi kepemimpinan di masa depan, apa jadinya jika generasi muda saat ini sudah terlena & terlalaikan oleh pengaruh perang pemikiran yang disebarkan lewat media-media informasi salah satunya musik. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan musik, tapi yang menjadi salah ialah ketika musik sudah menjadi alat yang dapat melalaikan bahkan menjadi alat untuk meracuni pemikiran khusunya pemikiran generasi muda. Lebih baik jika seandainya musik-musik ini mengandung nilai-nilai positif yang dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk berkarya & berkreasi.
Coba perhatikan lirik BCL di atas, saya merinding & ngeri jika seandainya remaja Indonesia sekarang memiliki paradigma seperti halnya lirik tersebut. Jika ditafsirkan secara polos, lirik tersebut mengajak remaja untuk tidak ragu lagi berpacaran ,berpergian berdua-duaan diluar hubungan sah, yang lebih parah melawan orangtua, pada lirik "Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku". Hati orang tua manakah yang rela anaknya tidak mematuhi perintah dan lebih mematuhi perintah orang lain krena alasan cinta semu. Padahal orangtualah yang nyata-nyata telah membesarkan putera-puterinya dengan perjuangan sepenuh cinta. Sedangkan si laki-laki (yang diceritakan dalam lirik tersebut) apa yang telah dia berikan?? mungkin baru skedar lihat si perempuan, kemudian timbul rasa suka semata dan dengan Percaya Dirinya-nya berkata: Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku, Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku.
Pada lirik "Bilang papamuKu takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal
Bilang mamamuKu cinta padamu dan aku tak pernah main main" sungguh sangat menyesatkan.
Jika memang si laki-laki gentle, cinta setulusnya, tidak main-main, maka dia akan memberikan jaminan (garansi) dalam kerangka tanggung jawab & kesungguhan, berupa ikatan sah pernikahan. Itu lebih jantan bagi seorang lelaki, jika memang benar ia tidak main-main.
Jaminan apa yang akan diberikan si laki-laki seandainya dia tidak akan menjadikan si perempuan tidak akan berubah jadi anak nakal & cinta setulusnya tanpa main-main. Yang ada hanya jaminan nafsu semata untuk menikmati si perempuan tersebut.
Tapi apakah kalangan remaja akan mencerna lirik tersebut dengan kritis, yang jadi bahaya jika lirik tersebut dicerna dengan polos apa adanya (mayoritas mungkin realitanya seperti itu) Orangtua perlu sadar pembodohan & penghancuran moral lewat lirik tersebut.
Melalui tulisan ini saya bukan berarti tidak menyukai musik, saya menyukai musik selama musik itu memiliki value & benefit, bukan musik yang justru bersifat destruktif seperti halnya lagu BCL di atas.
Lirik Lagu Pernah Muda - Bunga Citra Lestari (BCL)
Bilang papamuKu takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal
Bilang mamamuKu cinta padamu dan aku tak pernah main main
Reff :Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku
Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku
Biarkanlah saja dulu kita jalan berdua
Mereka pun pernah muda
Saatnya kau dan aku sekarang
Lirik Lagu Pernah Muda - Bunga Citra Lestari (BCL)
seketika saja saya minta teman saya untuk menyetop lagu tersebut & jangan memperdengarkannya lagi, yah, tetap saja karena alasan nadanya enak-eun, selalu diperdengarkan
Perang pemikiran (bahasa gaulnya ghozwul Fkri) semakin hari semakin gencar terlihat dengan jelas bahkan terang-terangan dilakukan oleh orang-orang yang mengaku Muslim. Contohnya melalui musik, banyak sekali musik-musik yang sangat digemari oleh mayoritas generasi muda di Indonesia (khusunya) yang sebenarnya racun & sangat berbahaya. Racun ini berupa lirik-lirik yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam, tidak bermoral, tidak beretika, tidak berbudaya . Bayangkan, bagaimana akibat yang akan dialami oleh generasi muda, seandainya pikiran mereka dikotori oleh lirik-lirik tersebut. Secara tidak sadar, racun-racun lewat musik yang tertuang dalam lirik akan meng-edukasi si pendengar agar memiliki paradigma tersebut. Sangat disayangkan sedikit bahkan tidak ada yang peduli untuk mengkritisi hal ini.
Generasi muda adalah aset bagi kepemimpinan di masa depan, apa jadinya jika generasi muda saat ini sudah terlena & terlalaikan oleh pengaruh perang pemikiran yang disebarkan lewat media-media informasi salah satunya musik. Tidak ada yang salah sebenarnya dengan musik, tapi yang menjadi salah ialah ketika musik sudah menjadi alat yang dapat melalaikan bahkan menjadi alat untuk meracuni pemikiran khusunya pemikiran generasi muda. Lebih baik jika seandainya musik-musik ini mengandung nilai-nilai positif yang dapat membangkitkan semangat generasi muda untuk berkarya & berkreasi.
Coba perhatikan lirik BCL di atas, saya merinding & ngeri jika seandainya remaja Indonesia sekarang memiliki paradigma seperti halnya lirik tersebut. Jika ditafsirkan secara polos, lirik tersebut mengajak remaja untuk tidak ragu lagi berpacaran ,berpergian berdua-duaan diluar hubungan sah, yang lebih parah melawan orangtua, pada lirik "Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku". Hati orang tua manakah yang rela anaknya tidak mematuhi perintah dan lebih mematuhi perintah orang lain krena alasan cinta semu. Padahal orangtualah yang nyata-nyata telah membesarkan putera-puterinya dengan perjuangan sepenuh cinta. Sedangkan si laki-laki (yang diceritakan dalam lirik tersebut) apa yang telah dia berikan?? mungkin baru skedar lihat si perempuan, kemudian timbul rasa suka semata dan dengan Percaya Dirinya-nya berkata: Bilang papamu berhenti urusin semua urusan kau dan aku, Bilang mamamu tak perlu kuatir ataupun curiga kepadaku.
Pada lirik "Bilang papamuKu takkan buat kau berubah menjadi anak yang nakal
Bilang mamamuKu cinta padamu dan aku tak pernah main main" sungguh sangat menyesatkan.
Jika memang si laki-laki gentle, cinta setulusnya, tidak main-main, maka dia akan memberikan jaminan (garansi) dalam kerangka tanggung jawab & kesungguhan, berupa ikatan sah pernikahan. Itu lebih jantan bagi seorang lelaki, jika memang benar ia tidak main-main.
Jaminan apa yang akan diberikan si laki-laki seandainya dia tidak akan menjadikan si perempuan tidak akan berubah jadi anak nakal & cinta setulusnya tanpa main-main. Yang ada hanya jaminan nafsu semata untuk menikmati si perempuan tersebut.
Tapi apakah kalangan remaja akan mencerna lirik tersebut dengan kritis, yang jadi bahaya jika lirik tersebut dicerna dengan polos apa adanya (mayoritas mungkin realitanya seperti itu) Orangtua perlu sadar pembodohan & penghancuran moral lewat lirik tersebut.
Melalui tulisan ini saya bukan berarti tidak menyukai musik, saya menyukai musik selama musik itu memiliki value & benefit, bukan musik yang justru bersifat destruktif seperti halnya lagu BCL di atas.
Langganan:
Postingan (Atom)
