Selasa, 10 November 2009

Anggoro,Anggodo, Alcapone (The Untouchables Indonesia)

Andai saja bisa dirilis fim baru "The Untouchables 2" dengan figur utama bukan lagi alcapone bos dari segala bos mafia (udah basi), tapi ada yang lebih hebat yaitu anggoro-do raja dari segala raja mafia

loh, kenapa lebih hebat??

secerdik-cerdiknya alcapone mengelabui polisi & jaksa akhirnya terungkap juga kejahatannya & dengan terpaksa harus takluk & menyerah pada polisi. Artinya alcapone berhasil ditaklukan oleh polisi dan meninggal setelah meringkuk 11 tahun lamanya di hotel prodeo. Bahkan polisi & jaksa Amerika Serikat saat itu tidak mempan ditaklukan & dihinakan wibawanya oleh seorang alcapone. Diketahui berulangkali alcapoe berusaha menyuap namun tidak berhasil.

sedangkan sosok anggoro-do, yang dengan terang & jelas diketahui publik telah diindikasikan kuat melakukan tindakan penyuapan untuk pembebasan kasus yang menimpanya justru berhasil mampu menaklukan polisi & jaksa hingga menjatuhkan & menghinakan wibawa kedua lembaga tersebut. Artinya sosok anggoro-do lebih hebat dari alcapone.

Permainannya pun bukan sekedar intrik-intrik dunia bisnis. Mirip dengan alcapone yang kadang berbicara dengan bahasa peluru, Anggoro-do pun dengan anak buah di kesatuan mafianya mencoba berbicara dengan bahasa kematian. Salah satu perkataan monumental seorang alcpone yang ingin menghabisi malone (seorang penyidik spesialis penyelundupan&money laundring) diucap ulang pula oleh anggoro-do yang ingin menghabisi penyidik korupsi Chandra Hamzah dengan modus penahanan.

Pada the untouchables figur utama meliputi Alcapone serta dua orang penyidik dari FBI spesialis penyelundupan & money laundring Eliot Ness & Mallone. Pada The Untouchables 2 figur utamanya meliputi anggoro-do serta penyidik dari KPK spesialis korupsi yaitu bibit riyanto & chandra.

Pada the Untouchables begitu sulitnya sosok alcapone dalam memperdaya polisi & jaksa dengan sogokan, walaupun acapkali berhasil lolos tak tersentuh karena kemampuannya berkelit namun penyelidik polisi berusaha keras tanpa menyerah untuk menaklukan capone.

Pada the Untouchbles 2, sosok anggoro-do begitu mudah untuk memperdaya polisi & jaksa sehingga dengan sangat mudah lolo s dari kejaran hukum.

Belum ada kepastian kapan film ini akan dirilis, yang jelas trailernya dapat segera disaksikan ekslusif di TV One & Metro TV.

Selasa, 14 Juli 2009

Memendam atau membuang kekecewaan?

ya setelah sekian lamanya saya tidak mengunjungi blog prbadi ini, blog ni memang dikhususkan lebih ke obrolan informal aja, beda dengan blog wordpress yang lebih 'akademis'

setelah mngikuti rangkaian test seleksi asistensi laboratorium komputer manajemen yang cukup panjang akhirnya saya berhasil tidak lolos, sebuah sms singkat dari salah seorang TA yang jadi panitia seleksi menyatakan bahwa saya tidak lolos untuk seleksi TA saat ini setelah melalui tahap seleksi yang terbilang agak sedikit berat

kecewa? ya sebagai manusia saya pasti merasakan itu, belum lagi dari tekad kuat & totalitas untuk mempersiapkan ini semua, tapi apa daya, mungkin memang syaa tidak kompeten untuk mengajar

ya saat ini saya berusaha memendam kekecewaan, saya curhat ke oangtua, awalnya orang tua jg kecewa karena saya tidak berhasil padaha sebelumnya telah lolos di 5 tahap, tapi akhirnya orang tua tidak mempermasalahkan hal ini

entah hingga malam ini saya tetap tak bisa menghapus rasa kecewa, mungkin karena ekspektasi yang berlebihan setlah saya mendapat skor tertinggi pada tahapan test awal atau apa...entahlah

atau mungkin karena totalitas & berbagai pengorbanan yang saya lakukan demi seleksi ini
mulai dari mengejar dosen ke kantornya untuk mendapat tandatangan sebagai syarat
mencari tanda tangan teman2 untuk syarat
mengumpulkan keengkapan administrasi
begadang untuk menyiapkan materi presentasi software
pinjam laptop teman, dan karena pinjam laptop teman ini saya sempat ditegur orang tua, sampai akhirnya saya dibelikan sebuah laptop baru dengan harapan dapat mempermudah pekerjaan saya jika sya jadi Tim Asisten, walaupun akhirnya gagal, dan saya sungguh sangat malu pada ortu karena biaya untuk membeli laptop itu sangatlah mahal, saya bertekad untuk mengganti uang pembelian laptop hasil kerja keras ayah saya tersebut
hingga naik ojek dari rumah ke kampus supaya dapat tiba ontime saat tes presentasi
atau ketika harus membolos kuliah karena ada seleksi outdoor...

ya mungkin in bukan pilihan terbaik, saya berusaha menggali hikmahnya dan berpikir positif, tapi manusiawi sebagai sosok koleris rasa kecewa itu sulit diabaikan, mungkin karena belum ada teman yang memberi spirit atau apa....saya ingin tahu apa sebenarnya kekurangan saya agar saya bisa introspeksi diri....

mungkin ini adalah klimaks kegagalan yang harus segera dikubur, karena sya akui ini adalh rentetan kegagalan atas target-target yang saya rencankan, mulai dari kegagalan saya ikut di temilnas ISEG yang berbuntut kekecewaan saya pada pengurus tapi tidak membuat saya harus meninggakan ISEG, IPK yang sudah dibwah standar 3,7, niai UAS yang dapat D, dsb

saya tidak mungkin mencari kambing hitam, saya hanya bisa introspeksi diri & evaluasi diri , saya hanya ingin memberikan sesuatu bagi dunia...